Prodi Film dan Animasi UNESA Hadirkan Dua Filmmaker dari Liverpool dalam Kuliah Tamu Internasional
Prodi Film dan Animasi UNESA Hadirkan Dua Filmmaker dari Liverpool dalam Kuliah Tamu Internasional
Program Studi Film dan Animasi, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses menyelenggarakan kuliah tamu internasional dengan menghadirkan dua pembicara dari Liverpool, Inggris, yaitu Lynne Harwood dan Alixir Turnbull-Crane. Kegiatan ini mengusung tema “Research and Narrative Aspects of Film” dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa maupun dosen.
Acara yang digelar di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya riset dalam membangun narasi film yang kuat, autentik, dan relevan. Di tengah perkembangan industri film yang semakin menuntut kedalaman cerita dan akurasi representasi, Prodi Film dan Animasi UNESA menghadirkan narasumber yang memiliki rekam jejak profesional dalam menggabungkan riset dengan proses kreatif.
Lynne Harwood, seorang penulis dan sutradara berpengalaman yang telah berkarya sejak 1993, membagikan pengalamannya dalam mengembangkan film-film bertema sosial seperti 1 in 200 dan Big Society The Musical. Ia menekankan bahwa riset bukan hanya mengumpulkan fakta, tetapi juga memahami konteks sosial, mendengarkan cerita masyarakat, dan menerjemahkannya ke dalam bentuk drama yang bermakna. “Riset membantu kita memahami kenyataan sebelum kita membangun narasi,” ujar Lynne kepada peserta.
Sementara itu, Alixir Turnbull-Crane, seniman multidisiplin dan filmmaker yang juga ahli dalam bidang editing, memaparkan pendekatannya dalam menciptakan karya yang terinspirasi dari budaya Celtic, fantasi, serta isu-isu mental health dan grief. Ia menjelaskan bahwa riset budaya, mitologi, serta pengalaman personal berperan besar dalam membentuk dunia visual dan narasi yang ia bangun. “Bahkan dalam fantasi, riset membuat imajinasi memiliki akar yang kuat,” ungkapnya.
Sepanjang sesi, kedua narasumber menjelaskan bagaimana riset berperan pada berbagai tahap produksi: mulai dari pencarian ide, penyusunan premis, pengembangan karakter, hingga proses penyuntingan. Mahasiswa juga aktif mengajukan pertanyaan seputar riset lapangan, tantangan etika dalam storytelling, world-building, dan orisinalitas narasi.
Ketua Program Studi Film dan Animasi UNESA menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pengalaman belajar dari praktisi internasional sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi industri kreatif global. “Kolaborasi seperti ini memberi mahasiswa perspektif baru dan wawasan lintas budaya yang sangat berharga,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan dokumentasi bersama para pembicara. Prodi Film dan Animasi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dalam penulisan naskah, penyutradaraan, dan produksi film.
Kuliah tamu internasional ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk lebih serius melakukan riset dalam setiap proses kreatif—selaras dengan komitmen UNESA dalam mencetak filmmaker yang kritis, kreatif, dan berwawasan global.