Pra Cinema: Elemen dan Awal mula (1833–1894)
Proyeksi film sebagian besar berevolusi dari pertunjukan lentera ajaib, menggunakan lensa kaca, dan sumber cahaya yang persisten (lentera yang kuat) untuk memproyeksikan gambar dari slide kaca ke dinding. Slide kaca terserbut awalnya dilukis dengan tangan, tetapi, setelah munculnya fotografi pada abad ke-19, terkadang fotografi dipergunakan. Penemuan alat fotografi praktis mengawal dunia sinema sekitar lima puluh tahun.
Pada tahun 1833, Joseph Plateau memperkenalkan prinsip animasi stroboskopik dengan Fantascopenya (lebih dikenal sebagai fenakistoskop). Enam tahun kemudian, Louis Daguerre memperkenalkan keberhasilan sistem fotografi pertama. Pada awalnya, bahan kimia tidak cukup peka cahaya untuk menangkap subjek bergerak dengan benar. Plateau menyarankan metode awal untuk menganimasikan foto stereoskopik pada tahun 1849 dengan teknik gerak henti (stop motion). Jules Duboscq menciptakan perangkat yang disederhanakan pada tahun 1852, tetapi tidak terlalu berhasil. Keberhasilan awal dalam fotografi instan (snapshot) di akhir tahun 1850-an menginspirasi harapan baru untuk mengembangkan sistem fotografi animasi (stereo), tetapi dalam dua dekade berikutnya beberapa upaya percobaan menggunakan teknik stop-motion lagi.
Pada tahun 1878, Eadweard Muybridge menggunakan deretan lusin kamera untuk merekam kuda yang sedang berlari (seperti yang disarankan oleh orang lain jauh sebelumnya) dan dengan hasil yang mengejutkan dunia, diterbitkan dengan nama The Horse in Motion dari seri cabinet card dengan deretan gambar kecil. Banyak orang yang mulai mengolah dengan teknis kronofotografi dan mencoba menghidupkan serta memproyeksikan hasilnya. Ottomar Anschutz sukses banyak berkat Electrotachyscope-nya sejak 1887, dengan gambar fotografi animasi yang kejelasan yang baik ditampilkan pada layar kaca susu (milk glass) kecil atau di dalam lubang koin intip, sampai pada akhirnya mulai memproyeksikan gambar pada layar besar pada tahun 1894. Rekamannya hanya berlangsung beberapa detik, dan mengisnpirasi Edison Manufacturing Company untuk menandingi film-film yang dapat bertahan sekitar 20 detik di tontonan layar peep-box Kinetoskop mereka dari tahun 1893 dan seterusnya.
Tugas 2:
https://docs.google.com/document/d/1hglwfRD2Bh4LqYsZoY_bS4l0eYGI3pnWEeOPrJwGupQ/edit?usp=sharing